Mari kita ukur, kualitas kepemimpinan yang ada pada diri kita, dengan 4 alat ukur ini. Maka kita akan menemukan “essensi” kepemimpinan yang sejati, tangguh dan tidak tergoncangkan.
Making Decision (Mampu mengambil keputusan).
Tahukah anda, setiap hari tanpa kita sadari, setiap kita mampu mengambil 500 keputusan biasa dan 200 keputusan penting di dalamnya. Contohnya: di pagi hari, kita berkeputusan untuk bangun jam berapa, mandi, sikat gigi, berpakaian apa, pergi naik apa, bekerja seperti apa, ketemu siapa, berespon bagaimana ketika menghadapi tantangan.
Jika kita gagal mengambil keputusan, maka itupun juga sebuah keputusan. Tapi jika kita terlatih dan berhasil, maka kita akan memiliki keputusan yang berkualitas setiap harinya.
Ada 3 tanda sebuah keputusan berkwalitas:
1. Berdampak baik bagi orang lain.
2. Lahir dari hati yang benar
3. Timingnya tepat
Bisa saja kita nekat dalam mengambil keputusan atau sebaliknya terlalu banyak pertimbangan, sehingga tidak yakin, ragu-ragu dan lambat inisiatifnya. Keduanya bukan keputusan yang berkualitas.
Sebuah keputusan berkualitas pasti dilahirkan dari seorang pemimpin yang tangguh kepemimpinannya. Seorang pemimpin, mesti berlatih untuk mengambil keputusan. Salah atau benar adalah tantangan seorang pemimpin untuk menghadapi resikonya, atas keputusan yang diambilnya. Sebuah kwalitas pasti harus diuji. Setiap pemimpin yang tangguh pasti harus teruji dalam kwalitas keputusannya.
Giving Direction (Mampu memberikan Arah).
Petunjuk jalan yang benar selalu menolong orang untuk mencapai tujuannya. Begitu pula seorang pemimpin
yang tangguh, mesti berlatih untuk melihat jauh ke depan. Mau kemana, mau jadi seperti apa, itulah kemampuan yang terus menerus harus dilatih dan ditingkatkan. Pemimpin yang tidak memiliki Visi, pasti ditinggalkan oleh pengikutnya. Karena setiap pengikut, pasti butuh arahan. Pemimpin tidak boleh kehilangan arah. Sekalipun tidak terlihat, arah tetap bisa dirasakan. Arah tetap bisa diyakini dengan iman. Karena arah yang benar adalah:1. Arah yang jelas targetnya
2. Arah yang baku ukurannya
3. Arah yang benar motivasinya.
Tidak seorangpun mampu bertahan jika tanpa arah yang benar. Pemimpin yang tangguh selalu memiliki arahan yang berakibat:
1. Menimbulkan Pengharapan
2. Membangun Kepastian
3. Membentuk Respon yang Benar
4. Membangun Semangat
Arah adalah tujuan. Mulailah memimpin dengan arah yang jelas dan benar. Maka kwalitas pencapaian akan terbentuk pada waktu proses pelaksanaannya. Mulai dengan pandangan yang jelas mengenai apa yang mau dicapai, akan berakibat semangat yang berkobar; harapan yang pasti; titik akhir yang terukur dan pencapaian yang pasti, walau apapun rintangannya. Arahan seperti sebuah mercusuar yang terlihat oleh kapal yang kehilangan arah: menjadikan kapal tersebut tiba di tempat yang benar dan aman.
Decisive (Tegas & Konsisten).
Ketegasan selalu menjadi problem klasik bagi para pemimpin yang gagal. Mereka mampu memutuskan tapi mudah dipengaruhi, sehingga mudah berubah. Apa kata orang, perubahan situasi akan selalu menjadi tantangan setiap pemimpin yang telah berhasil mengambil keputusan. Perubahan adalah sebuah tantangan bagi sebuah ketegasan. Konsistensi adalah keberanian untuk menanggung segala konsekwensi, akibat apapun, akibat sebuah keputusan. Resiko adalah tantangan sebuah keputusan. Perubahan adalah resiko sebuah ketegasan yang rapuh. Mungkin saja ketegasan berbuahkan resiko. Tapi konsistensi lah yang akan menyelamatkan sebuah ketegasan. Ketangguhan seorang pemimpin selalu disertai dengan karakter “asersif”nya. Asersif adalah kelembutan ditambah ketegasan. Seorang pemimpin tidak perlu takut dengan reaksi ketegasannya. Dia akan selalu siap jika dia melatih mentalnya dengan berbagai perubahan. Perubahan apapaun tidak akan berpengaruh bagi ketegasannya. Sekali berkata ‘ya’ dia akan tetap ‘ya’, apapun konsekwensinya. Begitu pula jika dia berkata ’tidak’ maka apapun konsekwensinya dia tetap berkata ’tidak’. Itulah sebuah ketegasan. Ukuran ketangguhan sebuah kepemimpinan, pasti ditentukan oleh kekuatan ketegasannya.
Dignity (Kemampuan menjaga Martabat)Nilai-nilai yang jelas dan benar, akan menolong seorang pemimpin untuk menjaga martabatnya sebagai seorang pemimpin. Kegagalan utama seorang pemimpin yang tangguh adalah ketidak mampuannya menjaga martabatnya. Kompromi adalah musuh martabat. Kemampuan menjaga martabat dimulai dari hal-hal sederhana seperti:
1. Menjaga Ucapannya.
2. Menjaga Tindakannya
3. Menjaga Responnya
4. Menjaga Penampilannya
5. Menjaga Moralnya
Dalam martabat ada integritas dan obyektifitas. Integritas adalah keselarasan antara pikiran, hati, perkataan serta tindakan kita. Obyektifitas adalah keselarasan antara kepentingan diri & kepentingan orang banyak. Kasihilah dirimu sendiri, seperti engkau mengasihi sesamamu juga. Itulah martabat yang benar. Pemimpin yang tangguh pasti akan memperhitungkan harga diri kepemimpinannya, tanpa harus mengorbankan kepentingan orang lain. Martabat seorang pemimpin selalu diukur oleh orang lain. Tanpa martabat runtuhkan kekuatan kepemimpinannya.
Leadership Quotient (Kecerdasan Kepemimpinan)
Dibangun oleh 4 integrasi kwalitas yaitu Decision + Direction + Decisive + Dignity. Perlu dilatih, perlu diasah, perlu dikembangkan dan jangan pernah berhenti mempertajamnya. Tidak pernah instan, mesti diupayakan. Bentuklah, asahlah hingga kita semua mempu melewati ‘ujian-ujian’ kepemimpinan.
Ketangguhan adalah sebuah tahan uji.
Selamat menjadi pemimpin yang tangguh!
by: DR. Jakoep Ezra, CBA, CPC.




MEMBANGUN PRIA MEMBANGUN GEREJA TRANSFORMASI BANGSA
6:04 AM
Jaringan Pria Sejati, Cibubur (CMN)


Print this page
0 komentar:
Post a Comment