Robert Schuller berkata, “Apa yang dilihat mata kita, itu yang mempengaruhi hidup kita,” Pria yang maksimal karena dipenuhi kemuliaan Allah, akan melihat krisis bukan sesuatu yang lebih besar dari Tuhan, melainkan sebaliknya, Tuhan selalu lebih besar dari apapun juga, termasuk krisis. Pria sejati akan melihat krisis bukan sebagai batu sandungan yang mengakibatkan dirinya tersandung. Tetapi, sebagai batu pijakan yang akan membuat dia lebih luas dan lebar dalam memandang kehidupan.
Dalam II Sam 23:8-12, ada 3 perwira tinggi dalam kerajaan Daud yang disebut Triwira, nama mereka adalah Isybaal, Eleazar, dan Sama. Mereka adalah orang-orang hebat yang mendampingi Daud dan tidak tertandingi oleh siapapun. Mereka adalah orang-orang yang dipercaya terhadap hal-hal yang besar, sebab mereka hidup sebagai pria-pria yang bertanggung-jawab. Kenyataaannya, mereka dalah orang-orang yang berasal dari sebuah kelompok yang hidupnya penuh masalah. Dalam I Sam 22, merela berada bersama-sama diantara 400 orang yang penuh masalah di gua Adulam. Kelompok gua Adulam adalah sekelompok orang-orang yang mempunyai masalah dalam keuangan, sakit hati dan kesukaran yang besar. Tetapi, mereka melihat krisis dengan pandangan yang benar sebagai waktu untuk berubah dan naik lebih tinggi lagi.
Pandangan pria yang maksimal disatukan pandangan Illahi (mata kekekalan). Dalam II Kor 4:16-18, Paulus mengutamakan untuk mempertajam mata kekekalan supaya hidupnya tidak terintimidasi, artinya supaya dia bisa melihat Tuhan lebih besar dari apapun.
Pria sejati harus mempunyai pandangan seperti Tuhan memandang. Pria yang mempunyai pandangan Illahi adalah pria yang selalu berada dalam medan roh Allah (daerah dimana Tuhan berada).




MEMBANGUN PRIA MEMBANGUN GEREJA TRANSFORMASI BANGSA
5:58 AM
Jaringan Pria Sejati, Cibubur (CMN)


Print this page
0 komentar:
Post a Comment