Anda ingin menjadi orang sukses? Anda harus paham bagaimana cara mendapatkannya. Kesuksesan tidak diperoleh dengan mendoakannya. Kesuksesan tidak datang karena anda menemukannya. Kesuksesan juga tidak diberikan karena diimpartasikan. Kesuksesan adalah akibat dari kita berjalan dalam perjanjian Tuhan yaitu perjanjian berkat.
Berjalan dalam Perjanjian Tuhan artinya berjalan dengan takut akan Tuhan dan sangat suka kepada segala perintah-Nya (Mzm. 112:1). Abraham, Ishak dan Yakub serta semua keturunannya berjalan dalam perjanjian Tuhan. Inilah kunci sukses: Berjalan saja di dalam perjanjian Tuhan.
Kesuksesan adalah sebuah perjanjian bukan pencapaian sesaat. Kesuksesan adalah sebuah perjalanan yang kekal dalam sebuah perjanjian yang kekal. Perjanjian yang baru adalah perjanjian yang kekal. Allah berjanji bahwa Ia akan menjadi Allah kita dan kita akan menjadi umat-Nya selama-lamanya. Apakah bagian kita? Bagian kita adalah menjalaninya. Apakah bagian Allah? Memberkati kita. Jadi, kita tidak meminta atau mengharapkan perjanjian berkat, kita harus berjalan di dalamnya. Kita tidak mendoakan perjanjian, kita mencari tahu apa detail-detail perjanjian tersebut lalu mentaatinya.
BERJALAN DI DALAM PERJANJIAN BERKAT
Jika kita ingin sukses, satu hal yang harus diperhatikan sebelumnya adalah bahwa tujuan hidup kita bukanlah menjadi kaya. Tujuan hidup kita adalah menjadi serupa dengan Kristus. Banyak orang Kristen mencari kekayaan sebagai tujuan hidupnya dan sebagai akibatnya ia hancur. Alkitab berkata bahwa orang yang cinta uang akan menyimpang dari Tuhan (1 Tim 6:9-10).
Jadi, apakah tujuan hidup kita adalah menjadi serupa dengan Kristus atau sukses mencari kekayaan semata? Apabila kita menjadi serupa dengan Kristus maka kekayaan sejati akan mengikuti kita. Sebaliknya apabila kita mencari kekayaan tanpa keserupaan dengan Kristus, hal itu adalah kekayaan yang palsu. Di Dlama kekayaan belum tentu ada keserupaan dengan Kristus, tetapi di dalam keserupaan dengan Kristus pasti ada kekayaan sejati.
Untuk menjadi sukses kita harus terus-menerus berjalan di dalam keserupaan dengan Kristus. Tinggal di dalam Kristus. Kristus adalah Firman. Karena itu, barangsiapa ingin tinggal di dalam-Nya berakarlah di dalam Firman-Nya. Bagaimana caranya? Dari Yakobus 1:21-27, kita dapat melihat ada 4 langkah untuk membuat diri kita berakar kuat di dalam Firman Allah, yang kita sebut sebagai 4:
1. Menerima Firman (M1)“Terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu” (Yak 1:21). Untuk membuat seorang berakar di dalam firman, maka langkah pertama adalah menerima firman Tuhan. Kita harus memiliki hati yang lembut (LEWAT DOA) agar firman Tuhan tetanam di dalam hati kita. Ini berbicara tentang tentang sikap hati kita. Hati yang lemah lembut adalah hati yang tidak memberontak, tidak melawan, hati yang menyerah terhadap Tuhan, mudah dibentuk, hati yang rela, terbuka untuk dikoreksi dan dinasehati oleh Tuhan.
2. Merenungkan/Meneliti Firman (M2)
“Meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan” (Yak 1:25). Maksud merenungkan adalah membaca firman Tuhan dengan teliti. Banyak orang hanya membaca firman Tuhan tanpa merenungkan apa yang dibaca. Itulah sebabanya firman Tuhan tidak diserap menjadi iman. Jadi, meneliti firman artinya melihat dengan teliti, dari dekat dan dengan seksama sampai kita menemukan kedalamannya. Seperti sebuah akar yang terus merambah ke bawah tanah sampai menemukan sumber air. Cara meneliti firman adalah dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat kita membacanya.
3. Melakukan dengan tekun (M3)
Bertekun di dalamnya … sungguh-sungguh melakukannya” (Yak 1:25). Untuk membuat seseorang berakar dan bertumbuh di dalam iman, maka tindakan melakukan firman Tuhan adalah syarat utamanya. Banyak orang percaya yang membaca firman Tuhan tetapi tidak melakukannya sehingga mereka mengalami mujizat dari Tuhan. Lakukanlah firman Tuhan terus menerus sampai terjadi kebiasaan. Sebelum melakukannya kita perlu membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
4. Membagikan Kesaksian atau Pertolongan (M4)Jikalau ada seseorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya” (Yak 1:26. “Ibadah yang murni dan yang tak bercacat dihadapan Allah, Bapa kita, ialah mengujungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia” (Yak 1:27). Kita akan sempurna berakar di dalam firman kalau apa yang telah kita alami, kita bagikan dan saksikan kepada reakn-rekan sekeliling kita. Buatlah perencanaan waktu yang jelas pada setiap harinya kapan anda mau membagikan firman Tuhan yang didapat setelah melakukan M1, M2 dan M3.
Ketika kita melakukan 4M ini dengan konsisten, kita akan berjalan dalam perjanjian berkat Tuhan. Berjalan saja dengan penuh ketaatan di dalam perjanjian Tuhan, maka ia pasti akan memberkati hidup anda seutuhnya. Selamat melakukan 4M. Kami tunggu kesaksiannya!
Sumber Seri penuntun saat teduh Pria, dengan izin penerbit Metanoia
0 komentar:
Post a Comment